Skip to main content

Posts

NEGERI GAJAH YANG BEBENAH

Matahari mulai tinggi saat kaki saya jejakkan di Svarnabhumi Airport, Bangkok awal tahun 2015 lalu.   Kulit langsung tersengat terik matahari sekeluar dari pesawat yang selama 3.5 jam membawa saya dari Jakarta. Saya berfikir, ah pasti bandaranya mirip-mirip bandara kita di Cengkareng, atau agak modern sedikit desainnya dibanding bandara Kuala Namu di Medan yang masih kinyis-kinyis itu.    BERKALI-KALI KECELE DAN SALAH Bandara Svarnabhumi Bangkok ternyata diluar dugaan saya.   Kemegahannnya tak kalah dari beberapa bandara modern yang pernah saya injak : Changi di Singapura, Pudong di Shanghai atau HKIA di Hong Kong.   Asli, saya kaget dan tersipu malu dalam hati.   Memasuki area antrian imigrasi, saya seperti merasa berada di Eropa.   Para pengantre di konter imigrasi semua “bule”,   tak banyak saya temukan kulit sawo matang seperti saya, kecuali petugas yang sibuk berlalu lalang.    Iseng–iseng saya colek, pria yang meng...

Kali ini kisah Tukang Tahu

Namanya Tohir, asli Cirebon. Lajang tidak lulus SMP, usianya -menurut pengakuannya- belum genap 25 tahun. Sudah 10 tahun merantau, dengan segala macam pekerjaan telah digelutinya. Kini, sudah hampir genap tiga tahun ditekuni profesi terakhirnya sebagai Tukang Tahu : menjual segala macam tahu berkeliling dengan motor Supra Fit-nya. Dia muncul tiap pagi di depan rumah saya, pagi ini dia nongol ketika saya sedang mencuci mobil. Dengan percaya diri, pagi tadi, dia menggoda setiap pembantu rumah tangga yang lewat di depan rumah saya. Lalu dia riang bercerita. Menjadi tukang tahu selama 3 tahun terakhir adalah ladang rejeki yang baik baginya. Kehidupan sebagai kuli angkut di Pasar Induk, tukang bangunan hingga pedagang kakli lima -yang sempat berkali digaruk Tramtib- sudah dilewatinya. Tohir, ingin berumahtangga. Saya kira itu jawaban kenapa dengan pede dia menggoda setiap pembantu rumah tangga yang lewat depan rumah saya. Tidak ada nada keraguan ketika dia bercerita...

Menimbang Peluang di Masa Krisis

BHR bekerjasama dengan bareksa.com dan Trimegah Asset Management mengadakan Seminar 'Menimbang Peluang di Masa Krisis". Kami mengundang teman-teman hadir di ac ara ini untuk mendapatkan sedikit kedalaman informasi soal situasi ekonomi terkini, komolit dengan tantangan serta peluangnya. Ada tiga pembicara yang akan sharing, mulai dari topik makro ekonomi, peluang investasi dengan instrumen reksadana dan peluang mendapatkan sebuah informasi tentang jaminan asuransi kesehatan yang meng-cover kesehatan hingga usia 80 tahun dengan jaminan premi yang disetor kembali 100%. Harga undangan hanya Rp 50.000,- sudah mendapatkan informasi terkini, makan siang plus ....FREE pembukaan satu buah rekening Reksadana dengan nilai saldo awal Rp 100.000,- untuk masing-masing undangan. Seminar ini diadakan di Hotel Horison-Bogor, Sabtu 29 Agustus 2015. Informasi dan pendaftaran, bisa menghubungi sdri. DIDI di 0251-8394485 atau 08567813774

Bukan Cuma Materi ...

Dia hanya berjualan kerupuk. Apa artinya kerupuk, yang sebungkus isi 5 gelundung harganya hanya 1000 rupiah, dibandingkan bisnis miliaran para pegawai wangi berdasi dan pengusaha besar di republik ini. Tapi, karena hanya berjualan kerupuk, beliau sangat mengisnpirasi saya. Namanya -sebut saja- Pak Amin. Saya tak berjumpa langsung dengannya, hanya ngobrol dengan Maman, seorang anak buahnya : pengecer kerupuk dengan sepeda, yang kebetulan numpang rehat di gardu siskamling depan rumah saya. Dari Maman-lah saya mendapat banyak cerita, tentang pak Amin dan perjuangannya. Keluar dari sebuah pabrik kerupuk di Tangerang akhir tahun 2007, pak Amin memutuskan untuk memulai perjuangannya sendiri. Dengan modal dan peralatan seadanya, dia memulai usaha : membuat pabrik kerupuk di pojokan daerah POMAD - Ciluar Bogor. Di bedeng sewaan ukuran 6 x 6 yang disewanya untuk pabrik, tempat tinggal dan "asrama" bagi 4 orang tetangga kampungnya (2 orang membantu produksi, dan...

Buku "Membangun ISTANA di TENGAH PARIT"

Setiap bertemu teman yang membaca postingan saya di fesbuk dan path (dan memilih tidak komen, mungkin malu, gengsi atau berfikir bahwa komen di fesbuk bakal menyedot kuota internet), hanya dua hal yang mereka tanya : "Kok bisa nulis buku (lagi) dan buku ini tentang apa". Bagi yang bingung mengapa saya tiba-tiba menulis seperti ini, karena hape-nya jadul banget sampai nggak bisa fesbukan, saya kasih tahu bahwa tanggal 30 Juni 2015 kemarin saya menerbitkan buku yang saya tulis bersama istri saya (bukan istri orang lain).  Sebagai bumbu tambahan, tanggal 30 Juni itu pas bertepatan dengan ulang tahun saya.  Buat anda yang kepo, saya kasih tahu sekali lagi.  Pertama rajin-rajinlah pantengin akun fesbuk, path dan instagram saya.  Setelah itu komen-lah.  Komen di wall saya tidak akan menyedot kuota internet anda, kecuali, komennya sambil yutub-an.  Saya (dan istri saya, bukan istri orang lain )menulis sebuah buku berjudul "Membangun ISTANA di TENGAH PARIT"....

Cara Berfikir Orang "Kaya"

Siang itu terik, bulan puasa saat saya datang ke kantornya di Jakarta Pusat.  Saya tidak benar-benar mengenal beliau.  Eri, team kami di BHR Agency yang mengenalkan, karena beliau mememerlukan sebuah produk Asuransi kesehatan.  Dan saya yang memberikan presentasi pada beliau. Perusahaan yang dipimpinnya memberikan layanan penyediaan tenaga kerja untuk beberapa Bank Swasta, khususnya untuk tenaga Teller (di front office) dan penjual fasilitas kredit.  Kantornya tak seberapa besar, sama sekali tak menggambarkan perusahaan yang omzetnya tahun lalu mencapai puluhan, yang mendekati ratusan milyar.   Bukankah memang penampilan seringkali menipu ?  Dari beliau saya makin belajar bahwa banyak orang menonjolkan "kemegahan" dari kepemilikan mereka hanya untuk menutupi beberapa kelemahan yang dimilikinya.  Rendah hati tak pernah berarti rendah diri. Kami berbincang santai di ruang rapatnya yang tak terlalu besar, dengan permintaan yang spesifik : Minta d...

Saya Menulis Buku (lagi)

Membangun istana di tengah parit. Ini adalah kumpulan kisah kami mengelola usaha. Isinya, ada cerita, ada tips, ada quote semua soal pengalaman-yg barangkali berguna-bagi para newbie atau yg lagi mengembangkan usahanya. Bukan konsep, teori atau copas dari text book.  Kurang lebih 150 halaman, ya itu tadi, isinya hanya kisah-kisah pertemuan dengan berbagai macam manusia saat saya (dan istri saya) memulai serta mengelola usaha.  Sampul Buku MEMBANGUN ISTANA DI TENGAH PARIT Background penulisan tentu hasil racikan antara pengalaman jualan kopi (MISTERBLEK) dan membangun agency asuransi (BHR AGENCY) . Ilmunya baru segitu. Buku ini harganya Rp 40.000,- per eksemplar, dan semua royalti yg menjadi hak kami-penulisnya- akan disumbangkan ke ASA Indonesia ut k membantu pembangunan sekolah di daerah terpencil. Jadi tenang,  kami tak akan menjadi lebih kaya karena anda beli buku ini. Order buku ini bisa ke Basri (081286835759) atau Ocha (081219518147), dan pem...