Matahari mulai tinggi saat kaki saya jejakkan di Svarnabhumi Airport, Bangkok awal tahun 2015 lalu. Kulit langsung tersengat terik matahari sekeluar dari pesawat yang selama 3.5 jam membawa saya dari Jakarta. Saya berfikir, ah pasti bandaranya mirip-mirip bandara kita di Cengkareng, atau agak modern sedikit desainnya dibanding bandara Kuala Namu di Medan yang masih kinyis-kinyis itu. BERKALI-KALI KECELE DAN SALAH Bandara Svarnabhumi Bangkok ternyata diluar dugaan saya. Kemegahannnya tak kalah dari beberapa bandara modern yang pernah saya injak : Changi di Singapura, Pudong di Shanghai atau HKIA di Hong Kong. Asli, saya kaget dan tersipu malu dalam hati. Memasuki area antrian imigrasi, saya seperti merasa berada di Eropa. Para pengantre di konter imigrasi semua “bule”, tak banyak saya temukan kulit sawo matang seperti saya, kecuali petugas yang sibuk berlalu lalang. Iseng–iseng saya colek, pria yang meng...