Skip to main content

Posts

NANGIS MUMBAI

Saya ceritakan kisah nyata ini tanpa harus membuka asal muasalnya darimana, anggap saja itu rahasia di antara kita. Sebut saja namanya Kumbang, istrinya namanya Mawar. Mawar bahagia bisa menikah dengan Kumbang, demikian juga sebaliknya, walau usia mereka terpaut cukup jauh : 22 tahun. Mawar adalah wanita kedua yang dinikahi Kumbang, setelah dia bercerai dengan Melati, istrinya terdahulu. Kita semua tahu, Mawar dan Melati semuanya indah. Dari pernikahan terdahulu, Kumbang memiliki dua orang anak. Bersama Mawar, dalam lima tahun usia perkawinan, mereka memiliki tiga orang anak yang lucu-lucu. Suatu kali datanglah seorang agen asuransi menemui Kumbang. Mawar tak mau ikut menemui, hanya nguping dari dalam kamar. "Milikilah manfaat asuransi ini sebagai solusi untuk perencanaan waris anda, pak Kumbang. Ini akan menjadi "penambal" biaya penyelesaian waris dan tambahan manfaat (waris) untuk istri anda", Kata si agen asuransi yang dari cara "fact finding" secangg...

INI BUDI. INI WATI

Ini Budi. Ini Wati. Budi dan Wati memiliki pilihan dalam hidupnya : A. Budi dan Wati kaya raya tak alang kepalang. Hasil dari portfolio investasi mereka triliunan rupiah per bulan, maklum mereka punya mesin uang ajaib yang mampu menghasilkan pengembangan return investasi 60% per bulan tanpa kerja, tanpa risiko sama sekali. Kalau sakit, mereka tinggal minta mesin uangnya bekerja untuk menutup biaya tagihan Rumah Sakit. Budi dan Wati tak memerlukan asuransi kesehatan. B. Budi dan Wati memiliki banyak teman di grup watsap yang mudah merasa iba, solider dan terketuk hatinya bila mendengar Budi dan Wati membagi informasi saat mereka sakit. Teman-teman itu selalu sigap mengirim uang untuk membayar biaya Rumah sakit, berapapun tagihannya. Teman "As A Charge" lah pokoknya. Budi dan Wati tidak memerlukan Asuransi Kesehatan. C. Budi dan Wati memiliki kesadaran bahwa penghasilan mereka terbatas dan ada kehidupan yang mereka harus nikmati. Mereka hanya mampu menyisihkan maksimal 10% da...

NETIJEN JULID

Baru saja menonton Podcast Deddy Corbuzier dengan Edho Zell, dan menarik. Edho Zell menyoroti fenomena berbondong-bondongnya orang ke Youtube, dengan tujuan mendapatkan income (dari monetisasi). Dimana itu ya tidak salah. Tapi Edho mengingatkan bahwa, kalau mau masuk Youtube sekarang, hanya untuk monetisasi : terlambat. "Jadilah Kreator Konten dan Influencer, jangan (hanya) jadi Yutuber, selebgram atau Tik Toker", Sarannya. Konten Kreator harus siap masuk ke multi platform, selalu menjadi pioner untuk platform-platorm sosial media baru. Namun ada catatan, tambahnya. Seorang konten kreator yang baik, adalah konten kreator yang memiliki "standar kualitas" pada konten yang dibuatnya... mau dimuat di manapun platformnya. Saya merasa cocok dengan pendapat itu. Saya menulis di Facebook sejak lebih dari 10 tahun lalu. Menulis dalam arti yang sebenarnya, (berusaha) ada isinya. Tidak sekedar pamer foto selfie, atau berbagi curhat, tulisan receh untuk "caper" alia...

AIB YANG DISEMBUNYIKAN

Setelah minggu lalu saya menulis tentang sengketa waris, saat seorang ibu yang sudah berusia 70-an tahun digugat tiga anak lelakinya di Sumatera Utara karena dianggap menjual tanah warisan tanpa sepengetahuan anak-anaknya sebagai ahli waris; kasus yang sama muncul di Sumatera Selatan. Nenek Damina, 78 tahun, digugat oleh empat anak perempuannya. Kasus ini berawal dari proses Hibah yang diduga tak memenuhi kaidah Hukum waris, sehingga memicu sengketa. "Apakah ini tanda akhir zaman?", Tanya Nenek Damina. Entahlah. Tapi yang jelas, semua ini terjadi karena rendahnya literasi Hukum waris di negeri +62 ini. Tak dimilikinya Strategi Perencanaan Waris mengakibatkan pembagian tertunda dan akhirnya menjadi sengketa. Dan sengketa itu disimpan sebagai Aib yang disembunyikan. Apa biasanya penyebab pembagian waris tertunda? Salah satunya karena pembagian waris perlu biaya (dan biayanya bisa besar sekali). Maka, saya tak pernah capek bilang : Milikilah manfaat Asuransi Jiwa sebagai Solus...

PANTAT PANCI

Sejak mulai menyukai Kerja Dari Rumah, seperti cerita saya kemarin soal buku, karena banyak waktu tak terbuang : saya suka mencari-cari aneka macam tutorial di Yutub. Dari Tutorial editing (sampai jadi channel Yutub) sampai tutorial membersiahkan pantat panci yang gosong mengerak karena karbonnya lama tak dibersihkan. Diam-diam tanpa sepengetahuan istri (niatnya mau menyenangkan hati dia) saya beli bahan-bahan untuk membersihkan, mengilatkan pantat panci yang kami miliki agar kinclong seperti baru. Di tutorial yang diajarkan di Yutub, beberapa teknik yang diajarkan antara lain menggunakan asam sitrat dan cuka, ada pula yang menggunakan soda kue. Saya coba semua setelah saya catat dan hafalkan caranya. Tiga hari saya berkutat di dapur, sampai istri saya marah-marah karena dapur bau kecut akibat cuka. Setelah digosok sampai badan berkeringat (barangkali itu juga yang bikin dapur jadi makin bau kecut), percobaan pakai asam sitrat dan cuka berakhir gagal total. Demikian juga pakai soda k...

MAU NAMBAH WARUNG

Masih suka melihat ada yang teman yang "kritis" banget mempersoalkan hutang luar negeri, atau hutang kita ke luar negeri? Baiklah saya mau cerita sedikit. Saya jualan kopi. Ada keinginan saya memperbesar usaha, katakan menambah jumlah outlet. Karena dengan menambah outlet, maka saya berpotensi menambah perputaran uang usaha (otomatis dampak ekonomi nambah) juga nambah karyawan... alias mengurangi pengangguran. Tapi saya tak memiliki cukup uang atau modal untuk membangun -misalnya- 10 outlet sekaligus. Karena membangun 10 outlet langsung, dibandingkan dengan membangun 1 outlet kerepotannya sama tapi biaya per unitnya bisa lebih murah (karena borongan). Saya harus cari uang dari luar perputaran usaha saya. Cara cari uangnya bisa dalam bentuk : jual (saham) kepemilikan, jual surat hutang atau pinjam ke pihak lain. Jual saham, artinya mengurangi "kekuatan" saya mengatur usaha. Apalagi kalau ketemu pemodal besar yang siap ambil porsi besar. Saya belum siap. M...

REZEKI ITU MISTERI

Bagi yang sudah berteman lama dengan kami di fesbuk pasti sudah bisa membaca pola, bahwa setahun sekali (atas biaya sendiri) kami pasti travelling keluar Indonesia. Dan itu hampir pasti kami lakukan setelah pertengahan Januari. Kenapa? Karena setiap tanggal 10 Januari kami menerima bonus tahunan dari perusahaan Asuransi tempat kami bekerjasama. Bonus yang jumlahnya cukup besar untuk ukuran kami. Sebagai orang yang memegang prinsip "Lebih baik kelihatan tak punya apa-apa-tapi bisa ngapa-ngapain, ketimbang kelihatan segala punya-namun tak bisa ngapa-ngapain" maka alih-alih bonus dipakai buat beli ini-itu, uang bonus itu kami pakai buat jalan-jalan : membeli pengalaman. (Lihat video di channel Youtube Basri Adhi : Punya Uang, Habiskan!). Tahun 2020 memang kami merencanakan pergi umroh sekeluarga. Tentu selain atas pertimbangan biaya (yang kami tutup dari bonus yang jatuh di pertengahan Januari), juga atas pertimbangan Diva -anak kedua saya- baru selesai Ujian akhir Sekolah bul...