Skip to main content

Posts

RESESI SEBELUM RESESI

Secara resmi Indonesia masuk kondisi resesi, setelah pertumbuhan ekonomi dan PDB selama dua kuartal terakhir tumbuh negatif. Dan kemarin saya membantu proses wawancara calon team BHR, seorang lelaki mantan Kepala Cabang sebuah bank Buku 1 yang mulai menutup cabang-cabangnya. Kalau anda rajin membaca berita, anda pasti sudah pasti tahu apa sebabnya. "Ini adalah bisnis yang membuat kita tak cuma menghasilkan uang untuk hidup. Juga memungkinkan kita untuk syi'ar soal waris dan wakaf", Kata saya, sebagaimana biasa sebagai pembukaan sesi interview. Lalu saya cerita soal pentingnya perencanaan uang untuk waris dan wakaf, panjang lebar. Maklum yang saya hadapi mantan Kepala Cabang sebuah Bank. Namun dia nampak tak bergeming. Sampai tiba-tiba dia bertanya ... "Pak Basri, yang penting buat saya sekarang, bagaimana caranya "jualan" saya banyak dibeli orang. Supaya ada lekas ada"uang masuk". Saya mau saja cerita soal Waris dan Wakaf, tapi itu kan lama bisa ...

UU CIPTAKER

Dalam Sesi Client Gathering untuk nasabah sebuah Bank Plat Merah kemarin, saya mengajukan pertanyaan : Kalau saya pengen, pada suatu titik cuma leyeh-leyeh rebahan, tapi masuk dalam rekening saya rutin sebesar Rp 20 juta per bulan, bagaimana caranya?  Jawaban peserta sangat beragam, b ahkan sebagian besar tertawa karena berfikir, mana mungkin. Lalu saya sampaikan sebuah fakta. Saya tampilkan logo Adira Kredit, Kredivo, Home Credit, Shopee Paylater, iklan KPR dan KPM serta iklan pinjaman lain. Saya tanya ke peserta, apakah mereka mengenal produk tersebut? Ya, nyaris seluruh peserta mengenal dan beberapa memiliki kontrak pinjaman dengan beberapa perusahaan di atas. Di slide berikutnya, saya tampilkan logo Reksadana, Saham, SBR, ORI, Sukuk Tabungan (ST) dan Asuransi Jiwa Unitlink. Saya tanya, apakah mereka kenal dan memiliki produk tersebut serta mengetahui sifat, karakter dan perbedaannya? Hanya beberapa peserta yang menjawab punya, bahkan sebagian tak mengerti perbedaan ORI dan SBR ...

NYALAHIN CORONA

A : "Oke, kita besok ada Kelas ya. Online via Zoom". B: "Lho besok kan Sabtu, pak. Weekend". A: " Lho memangnya hari Senin sampai Jumat apa aktivitasmu?" B : " Nggak ada, pak. Saya kan belum punya pekerjaan tetap". Tahu kan Resesi? Resesi datang ditandai dengan selama dua kuartal berturut-turut PDB (Pendapatan Domestik Bruto) turun dan Pertumbuhan Ekonomi Minus. Penentu pergerakan PDB adalah : Jumlah Penduduk, Jumlah Uang Beredar dan Etos Kerja Penduduknya. Nah, model di atas adalah penyebab PDB turun. Modal nggak punya, usaha tak ada, pekerjaan hampa, tampilan ala sosialita... tapi diajak belajar kayak nggak punya semangat dan tenaga. Udah gitu nyalahin Corona ...

KIAT 3-3-3-3

Masih dengan Bank yang sama, namun kemarin audiens-nya memiliki latar belakang yang berbeda dengan sesi sebelumnya. Kali ini nasabah prioritas yang diundang di sesi "Temu Nasabah" adalah para pebisnis. Karena berbeda latar belakang, maka materi yang disampaikan juga berbeda. Kemarin saya sharing Kiat 3-3-3-3 dalam mengelola Bisnis dan Asset di era New Normal. Kami berdiskusi soal Resesi, PDB, Kiat Mengelola Bisnis dan Konsep Hedging Value. Selalu seru, karena "no teori-teori" ... Jadi apa saja yang masuk dalam kiat 3-3-3-3 nanti saya akan buka di kelas terbuka "Perencanaan Keuangan untuk Pebisnis". Tunggu tanggal mainnya ya ...

WORTH EVERY PENNY

"Pak, ini ada calon peserta mau ikut, tapi minta diskon", Lapor Ade, staf saya di BHR Academy. Ya, Kelas "asuransi sebagai Solusi Perencanaan waris" Batch 8 akan kami adakan hari ini (Hukum waris Islam) dan Sabtu (Hukum Waris Perdata). Setiap peserta kami kenakan biaya "komitmen" keikutsertaan Rp 350.000,- per modul per peserta. Bukan uang besar. Mengapa perlu ada "Uang Komitmen"? Supaya belajarnya serius. Saya beberapa kali membuka kelas terbuka, gratis, serta karena kuota peserta di Zoom saya terbatas, saya memakai sistem pendaftaran. Siapa cepat, dia dapat. Namun, pada hari H beberapa peserta begitu saja tidak hadir, dengan mengorbankan kuota peserta lain yang tak bisa ikut karena kalah cepat saat membuka link pendaftaran. Ada uang Komitmen agar peserta serius tidak meremehkan kelas saya ini, karena kalau dikumpulkan pun, uang komitmen itu jauh lebih kecil dari penghasilan saya sebagai agen asuransi dan pembicara di beberapa forum. "Oh ya...

MEMBAYAR AIR SUSU?

Ningsih adalah nama ibunya. Rully adalah nama anaknya. Ibu dan anak ini sedang berserteru di Pengadilan Agama Praya. Asal muasal seterunya karena perkara warisan. Dan karena berseteru di Pengadilan Agama, maka bisa dipastikan keduanya muslim, dan membagi warisan dalam Hukum waris Islam. Pangkal persoalannya adalah suami Ningsih (atau ibunya Rully) meninggal dunia meninggalkan warisan berupa tanah seluas 4,2 are (sekitar 420 meter ersegi) yang berdiri di atasnya sebuah rumah. Konon, sebelum meninggal, almarhum pernah memberikan "wasiat" bahwa kalau dia meninggal, rumah tersebut jangan dijual. "Dia (Rully) tetap ngotot agar tanah itu tetap dibagi, padahal wasiat bapaknya tidak boleh untuk dibagi. Jadi dia tidak ingin berdamai, saya pun tidak ingin berdamai, biar deh lanjut perkaranya," kata Ningsih sebagaimana dikutip Kompas.com Melihat kelakuan anaknya itu, Ningsih sampai mengancam akan menuntut air susu yang sudah diberikan kepada Rully. "Pokoknya saya tidak ma...

YANG COCOK

Kemarin, saya mendapat amanah dari BRI Corporate University (BRI Corpsu) untuk berbagi pada sekitar 450 orang karyawan BRI dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia.Tentu menyenangkan mendapat amanah ini, karena dua jam sesi webinar ditutup dengan banjirnya pertanyaan di kolom chat. Ada satu pertanyaan yang saya rekam, karena menarik dan nyaris selalu ditanyakan saat sesi Webinar yang saya isi. Pertanyaannya kira-kira berbunyi begini", Pak, pada musim Pandemi seperti ini, jenis asuransi apa yang cocok saya miliki?". Jawab saya begini : Memiliki asuransi (jiwa) adalah bentuk dari kesadaran kita atas pekerjaan bernama Manajemen Risiko. Dimana, kapanpun risiko itu terjadi, kita sudah siap. Artinya intinya berada pada kata PERSIAPAN, bila terjadi risiko kita siap membayar dampak finansial (baca : biaya) yang timbul akibat risiko tersebut. Pertanyaan di atas saya analogikan mirip dengan pertanyaan begini : saya memiliki mobil, kemarin mobil saya ditabrak motor sampai penyok-pe...