Skip to main content

CERITA BAPAK DARI GERBANG BIRU

Susah payah tiap hari mengukur jalanan, presentasi, jualan... hanyalah untuk ini.

Menunjukkan pada mereka bahwa para pendahulu mereka memiliki jejak peradaban yang luar biasa.  Masjid ini sudah digunakan sejak tahun 1616, dan memiliki enam minaret yang berdiri karena Mehmet Aga -sang Arsitek- salah dengar. Sultan Ahmet -sang penggagas - minta minaret dengan puncak emas (alten), terdengar oleh sang Arsitek "alte" yang artinya enam.

Sultan Ahmet memilih membangun masjid yang sangat megah, untuk menandingi Hagia Sophia di seberangnya, gereja yang sempat menjadi Pusat Keuskupan Romawi Timur selama 1000 tahun lamanya.

Pelajarannya : membangun yang lebih baik, bukan menghancurkan milik orang lain

Masjid yang usianya sudah empat abad ini tak ada semut, kecoa dan laba-laba hidup di dalamnya. Bersih. "hanya" karena telor burung onta. Bukan bangga bisa minum kencing onta.

Maka anak-anak terkagum mendengarnya. Nenek moyang mereka hebat sekali rupanya. Dan jejak kejayaan itu mereka.  Nak, ini cara Bapakmu membela agama. Menunjukkan pada kalian bagaimana kehebatan peradaban supaya kalian bangga dan suatu saat nanti menjadi umat yang lebih beradab, lebih hebat. Umat yang bisa dibanggakan agamanya

Bukan menjadi kaum yang cupet yang selalu merasa lebih benar dari orang lain dengan cara menghancurkan, bukan menciptakan.

Dari gerbang Masjid Biru, Bapakmu bercerita

Comments

Popular posts from this blog

MAU JUAL GINJAL? BACA SAMPAI SELESAI !

Sudah dua tahun tak bertemu, seorang teman mengirimkan "broadcast message" (BM) di perangkat Blackberry saya. BM-nya agak mengerikan : dia mencari donor ginjal untuk saudaranya yang membutuhkan. Soal harga -bila pendonor bermaksud "menjual" ginjalnya bisa dibicarakan dengannya. Membaca BM itu, saya teringat kisah pak Dahlan Iskan dalam bukunya GANTI HATI. Dengan jenaka beliau bercanda, bahwa kini dia memiliki 2 bintang seharga masing-masing 1 milyar, satu bintang yang biasa dia kendarai kemana-mana (logo mobil Mercedez) dan satu bintang jahitan di perutnya hasil operasi transplatasi hati. Ya, hati pak Dahlan "diganti" dengan hati seorang anak muda dari Cina, kabarnya harganya 1 miliar. Lalu, iseng-iseng saya browsing, dan ketemulah data ini, Data Harga organ tubuh manusia di pasar gelap (kondisi sudah meninggal dibawah 10 jam, sumber :http://namakuddn.wordpress.com/2012/04/27/inilah-daftar-harga-organ-tubuh-manusia-di-pasar-gelap/) 1. Sepasang bola mata: U...

"TERTIPU" UNIT LINK? KOK BISA.

Terimakasih pada klien sekaligus sahabat saya Iqbal Mukmin yang mau berbagi cerita ini di wall-nya. Sekali lagi, ini kisah pahit seorang nasabah asuransi (maaf, sangaja saya blur nama pemilik cerita serta perusahaan asuransinya). Saya pernah menulis tentang hal serupa yang pernah terjadi dalam artikel saya :   http://www.basriadhi.com/2016/05/asuransi-bukan-tabungan.html Namun, kisah ibu nasabah (y ang saya capture ini) agak berbeda. Dan saya ingin mengupas, agar anda semua tak "kejeblos" di lubang yang sama. Sekaligus menjawab pertanyaan beberapa teman. Patut diduga produk yang dibeli oleh ibu Nasabah ini adalah produk UNIT LINK, yaitu produk asuransi yang "menggabungkan" fitur asuransi/proteksi dengan investasi. Dan pada kasus di bawah, oknum agen memanfaatkan ketidaktahuan nasabah -terutama- soal fitur investasi dan biaya-biaya asuransi. Sebagaimana yang saya tulis di artikel dalam link di atas, Asuransi bukanlah tabungan, walaupun itu produk Unit L...

DEWASA

Dia lahir tanggal 12 Agustus. Mengapa 12 Agustus? Karena tanggal 13 Agustus 1999 jatuh pada hari Jumat. Kami tak pengen, anak ini lahir pada "Friday the 13th". Rada tahayul, namun karena privilege lahir dengan proses cesar, kami pakai privilege itu. Mengapa melalui proses operasi cesar? Karena lehernya terlilit tali pusatnya sendiri. Dan, kami menamakan anak ini Alifa. Sebagai anak pertama, dia sudah melalui tiga tahap kehidupan kami : tahapan karir moncer, tahapan perihnya merintis usaha dan tahapan berdamai dengan kehidupan. Foto ini diambil tahun 2010, saat usianya 11 tahun. Masih SD. Jaman periode dua kehidupan, ketika kami  "menggendong" booth jualan burger dan pop soda keliling dari satu event ke event lain. Tugas Alifa : menuang minuman pop soda kepada pembeli.   Yang sulit adalah mendidik anak untuk tidak gampang gengsi. Karena "penyakit" gampang gengsi itu konon terbawa sampai tua, mau susah atau senang hidupnya. Beberapa kali, ketika kami jualan,...