Skip to main content

PROBLEM ORANG KAYA

Sequel ini tidak lagi berbicara soal dilema cinta Rachel Chu dan Nicholas “Nick” Young. Rachel adalah wanita biasa, profesor ilmu ekonomi yang ibunya imigran dari Cina daratan yang terdampar di Amerika. Nick Young adalah anak keluarga super kaya Singapura, yang dengan kekayaannya, dia bisa lebih "berkuasa" dari Perdana Menteri Singapura.
Tapi benarkah orang kaya tak punya problem? Mari kita kupas cerita fiksi yang sesungguhnya nyata dan banyak terjadi itu dari sudut pandang Hukum Waris Indonesia.
Setelah kejadian “Crazy Rich Asian” akhirnya Nick Young dan Rachel Chu menikah. Mereka memilih tinggal di New York, hingga suatu kali ibu Nick, Eleanor, memberi kabar bahwa nenek Nick (Su Yi) sedang sakit keras. Nick memutuskan pulang ke Singapura untuk menengok Neneknya. Tapi rencana tinggallah rencana. Kedatangan Nick di Singapura tidak dikehendaki, niatnya menengok neneknya yang super duper kaya dihalangi oleh Edison Cheng, sepupunya sendiri.

Su Yi, sang nenek, memiliki lima orang anak : Alexandra, Felicia, Victoria, Catherine dan Phillip. Phillip adalah ayah Nick Young, sudah meninggal lebih dulu. Pada akhirnya Su Yi meninggal, dan mewariskan -salah satunya- Tyersall Park : kawasan property mewah tempat Su Yi tinggal. Namun sebelum meninggal, Su Yi meninggalkan wasiat bahwa sebelum harta warisannya dibagi, dia minta agar ada sebagian yang diberikan untuk Nick Young, sang cucu.
Ini yang membuat Edison Cheng naik pitam, sebagai sesama cucu, dia tak mendapatkan apa-apa. Kok bisa. Anda itu terjadi di Indonesia, apakah bisa terjadi seperti itu juga?
PERTAMA, soal harta waris eks milik Su Yi. Pasal 852 KUH Perdata bilang, bahwa anak dan keturunan walaupun dilahirkan dari berbagai perkawinan, tidak memandang jenis kelamin atau kelahiran yang lebih dulu, mendapat BAGIAN YANG SAMA. Maka anak-anak Su Yi, yang ada lima orang itu mendapat bagian yang sama kepala per kepala.
Lho tapi kan, Phillip -ayah Nick Young- kan sudah meninggal? Ya, bagian ya akan jatuh ke Nick Young sebagai cucu Su Yi. Sesuai pasal 852 itu pula. Edison Cheng sebagai sepupu Nick tidak mendapat apa-apa karena ibunya yang menjadi ahli waris Su Yi masih hidup, maka haknya tertutup oleh ibunya.
KEDUA, Soal wasiat. Bolehkah Su Yi menjatuhkan hartanya ke cucunya menggunakan Surat Wasiat. Berbeda dengan Hukum Waris Islam yang melarang Surat Wasiat ditujukan pada ahli waris, dalam Hukum Perdata dibolehkan. ASAL tidak melanggar hak LEGITIMATE PORTIE yang dimiliki oleh anak-anak Su Yi. Bagaimana kalau ada pelanggaran? Maka proses pembagiannya harus dihitung ulang, sampai para legitimaris mendapatkan porsinya sesuai undang-undang.
KETIGA. Apakah Rachel Wu -istri Nick Young- otomatis bisa ikut jadi kaya raya karena suaminya mendapat warisan besar dari neneknya? Jawabannya tidak. Karena harta itu statusnya harta perolehan suami, bukan harta bersama. Jadi tak ada hak Rachel Wu cawe-cawe di dalamnya.
Lalu, bisa nggak Rachel Wu meng-konversi harta perolehan suaminya menjadi harta bersama yang dia juga bisa miliki? Ada, tapi strategi itu hanya diberikan di kelas saya ya.
Jadi siapa bilang orang kaya tidak punya problem? Itu mengapa, orang-orang kaya lebih sadar konsep Waris dengan Program Asuransi.
Yekan?

Comments

Popular posts from this blog

DEWASA

Dia lahir tanggal 12 Agustus. Mengapa 12 Agustus? Karena tanggal 13 Agustus 1999 jatuh pada hari Jumat. Kami tak pengen, anak ini lahir pada "Friday the 13th". Rada tahayul, namun karena privilege lahir dengan proses cesar, kami pakai privilege itu. Mengapa melalui proses operasi cesar? Karena lehernya terlilit tali pusatnya sendiri. Dan, kami menamakan anak ini Alifa. Sebagai anak pertama, dia sudah melalui tiga tahap kehidupan kami : tahapan karir moncer, tahapan perihnya merintis usaha dan tahapan berdamai dengan kehidupan. Foto ini diambil tahun 2010, saat usianya 11 tahun. Masih SD. Jaman periode dua kehidupan, ketika kami  "menggendong" booth jualan burger dan pop soda keliling dari satu event ke event lain. Tugas Alifa : menuang minuman pop soda kepada pembeli.   Yang sulit adalah mendidik anak untuk tidak gampang gengsi. Karena "penyakit" gampang gengsi itu konon terbawa sampai tua, mau susah atau senang hidupnya. Beberapa kali, ketika kami jualan,...

HAK ASUH vs PERWALIAN

Saya baru saja beres menonton podcast antara seorang artis yang memiliki channel podcast dengan ayah dari selebiti yang meninggal karena kecelakaan di tol bersama suaminya beberapa waktu lalu. Di podcast ini mereka berbincang soal Hak waris, Hak Asuh dan Perwalian. Yang menurut saya ini menjadi gambaran bahwa Literasi Hukum Waris kita memang masih sangat rendah. Pertama, soal menentukan siapa Ahli Waris dari si selebriti ini. Dalam diskusi tidak pernah disebut konteks pembagian warisnya memakai hukum waris apa, namun terlihat bahwa si ayah ingin mendapatkan harta mendiang anaknya - dengan bolak balik menyebut nama adik si almarhum sebagai ahli waris yang berhak. Sedangkan si selebriti memiliki anak yang masih hidup (dan kebetulan laki-laki). Menurut Hukum Perdata, adik almarhum belum ada hak demikian juga menurut Hukum Islam : karena masih anak ada lelaki almarhum yang lebih berhak. Kedua, soal istilah Hak Asuh dan Perwalian. Ini juga "kisruh" karena Hak Asuh dan Perwalian ad...

ADE dan PARENTING ALA-ALA

Dengan kesadaran penuh bahwa pasti ada orang yang tidak sepakat dengan "konsep parenting ala-ala" kami ini, tidak mengapa. Saya tuliskan ini untuk berbagi pengalaman saja. Ada pelajarannya silakan diambil, tak cocok ya dibuang saja. Namanya Ade. Dia adalah pengasuh anak-anak saya di periode tahun 2002 - 2007. Tahun 2007 Ade mengundurkan diri karena menikah. Ade ikut keluarga kami sejak kami masih tinggal di rumah pertama kami di daerah Ciampea Bogor, dan menjadi bagian sebagaimana keluarga kami sendiri. Rumahnya tak jauh dari Kompleks kami tinggal waktu itu. Tahun 2002, tak lama setelah -Diva- anak kedua kami lahir, kami pindah rumah ke Bogor Kota. Ade tetap ikut dan pulang ke rumahnya di Ciampea dua minggu sekali. Masa kecil Diva -setidaknya hingga dia usia 5 tahun- ditemani oleh Ade. Jaman dulu belum lazim seorang "nanny" punya handphone, karena masih mahal. Jadi sesekali saya dan istri yang bekerja, hanya mengecek melalui telepon. Kok bisa (atau ada yang bilang :...