Skip to main content

KENA SINDIR

Lagi nunggu hasil tes penerimaan mahasiswa baru, di sebelah duduk seorang Bapak yang juga menunggu. Oh ya, ini tes saya, bukan tes anak saya...

"Gimana tesnya tadi mas, bisa?", Tanya beliau berbasa-basi. Lalu kami berkenalan.

Beliau adalah pemilik salah satu agency property terkenal di kota Bogor. "Kuliah lagi supaya nggak pikun mas", Jawabnya saat saya tanya ngapain repot kuliah lagi (padahal sudah kaya raya).

Beliau senang mendengar bahwa saya juga mengelola agency bisnis asuransi. "Cara mengelola bisnisnya sama mas, mengelola manusia yang banyak maunya", Sambungnya.

Kebetulan kami mau mengambil kelas yang sama, tapi jurusan yang berbeda.

Pas wawancara, ditanya pengen umroh? jawabnya : Pengen banget pak. Pengen penghasilan besar supaya biaa nyenengin keluarga? Jawabnya : wah impian yang pengen diwujudkan banget pak. Pengen ngajak keluarga dan orangtua jalan-jalan? Jawabnya : Pasti pak. Semangat? Semangat banget pak ... Tapi tiap kali diundang Training atau pelatihan ada aja alasannya.

"Mas, kita ini bukan nggak bisa kaya, sejahtera. Tapi kita ini banyak MALASnya. Jangankan buat sekolah bayar ratusan juta begini. Buat training disubsidi (malah gratis, tinggal modal kuping saja) ngolat-ngolet saja kerjaannya. Ketika jualan nggak tembus-tembus, ngeluhnya jualan susah", Kata beliau sambil mengangkat teleponnya yang berbunyi.
Saya kok jadi terasa ingat sesuatu, apa ya? Si Bapak lagi ngomongin siapa ya? Eh... Seperti kena sindir.

Comments

Popular posts from this blog

MAU JUAL GINJAL? BACA SAMPAI SELESAI !

Sudah dua tahun tak bertemu, seorang teman mengirimkan "broadcast message" (BM) di perangkat Blackberry saya. BM-nya agak mengerikan : dia mencari donor ginjal untuk saudaranya yang membutuhkan. Soal harga -bila pendonor bermaksud "menjual" ginjalnya bisa dibicarakan dengannya. Membaca BM itu, saya teringat kisah pak Dahlan Iskan dalam bukunya GANTI HATI. Dengan jenaka beliau bercanda, bahwa kini dia memiliki 2 bintang seharga masing-masing 1 milyar, satu bintang yang biasa dia kendarai kemana-mana (logo mobil Mercedez) dan satu bintang jahitan di perutnya hasil operasi transplatasi hati. Ya, hati pak Dahlan "diganti" dengan hati seorang anak muda dari Cina, kabarnya harganya 1 miliar. Lalu, iseng-iseng saya browsing, dan ketemulah data ini, Data Harga organ tubuh manusia di pasar gelap (kondisi sudah meninggal dibawah 10 jam, sumber :http://namakuddn.wordpress.com/2012/04/27/inilah-daftar-harga-organ-tubuh-manusia-di-pasar-gelap/) 1. Sepasang bola mata: U...

DEWASA

Dia lahir tanggal 12 Agustus. Mengapa 12 Agustus? Karena tanggal 13 Agustus 1999 jatuh pada hari Jumat. Kami tak pengen, anak ini lahir pada "Friday the 13th". Rada tahayul, namun karena privilege lahir dengan proses cesar, kami pakai privilege itu. Mengapa melalui proses operasi cesar? Karena lehernya terlilit tali pusatnya sendiri. Dan, kami menamakan anak ini Alifa. Sebagai anak pertama, dia sudah melalui tiga tahap kehidupan kami : tahapan karir moncer, tahapan perihnya merintis usaha dan tahapan berdamai dengan kehidupan. Foto ini diambil tahun 2010, saat usianya 11 tahun. Masih SD. Jaman periode dua kehidupan, ketika kami  "menggendong" booth jualan burger dan pop soda keliling dari satu event ke event lain. Tugas Alifa : menuang minuman pop soda kepada pembeli.   Yang sulit adalah mendidik anak untuk tidak gampang gengsi. Karena "penyakit" gampang gengsi itu konon terbawa sampai tua, mau susah atau senang hidupnya. Beberapa kali, ketika kami jualan,...

PAILIT dan BANGKRUT

Saya tulis artikel ini, karena banyaknya pertanyaan dari nasabah saya terkait RENCANA dua orang mantan agen perusahaan asuransi tempat saya bekerjasama untuk mengajukan gugatan pailit melalui mekanisme PKPU sesuai UU Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Banyak nasabah bingung dan takut ini berpengaruh pada uang program asuransi (terutama yang terkait produk unit link, karena ada investasinya) yang dipercayakan pada perusahaan tersebut. Secara keuangan -sejauh ini - perusahaan tersebut tak ada masalah. Kinerja masih baik-baik saja, jauh dari kata bangkrut. Karena BANGKRUT dan PAILIT adalah dua hal yang berbeda. Begini kira-kira ceritanya : Pailit diatur dalam UU Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang ( PKPU). Menurut UU tersebut, sebuah perusahaan dinyatakan pailit ketika ada debitur (pihak yang perusahaan yang memiliki hutang), dinyatakan tidak membayar hutang yang jatuh tempo dari dua atau lebih kredi...