Skip to main content

UNTUK PARA AGEN ASURANSI

Seorang peserta Workshop “Asuransi sebagai Solusi Perencanaan Waris dan Pajak” yang saya isi, bertanya “,Mengapa kita repot memikirkan warisan -apalagi pakai Asuransi - untuk anak istri, bukankah rezeki sudah ada yang mengatur?”.

Secara khusus, persoalan Waris (terutama yang saya ketahui persis dalam Agama Islam) diatur dalam Al Quran. Dan pembagiannya bukanlah melalui sebuah proses yang sederhana, silakan dilihat bagannya. Bagan ini menerjemahkan amanat dalam Al Quran surat An Nisa, ayat 11-14.

Dan untuk diketahui, Asuransi dalam Persoalan Waris memiliki beberapa fungsi :

1.Menambah Porsi Istri. Mengapa? Karena dalam prakteknya, istri yang akan meneruskan kehidupan anak. Dalam dalam prakteknya juga, tak semua istri memiliki kemampuan ekonomis (alias bisa bekerja dengan penghasilan) sama dengan almarhum suaminya, sedangkan hak istri dalam pembagian waris porsinya lebih kecil dibanding anak, ibu, ayah atau saudara kandung almarhum. Apalagi bila almarhum suami memiliki lebih dari satu istri.

2. Menyeimbangkan bagian anak. Dengan Asuransi, orang tua bisa memberikan, melengkapi, menambah dan menyeimbangkan bagian anak-anak. Ini perlu dilakukan karena pembagian hak waris sudah ditentukan porsinya, tak bisa kita seenaknya menambah atau mengurangi porsi harta waris pada ahli waris.

3. Meredam Konflik dalam keluarga. Bukankah sudah banyak terjadi, keluarga yang tadinya rukun-rukun berubah jadi cakar-cakaran ketika sudah berbicara soal harta waris? Apalagi bila harta warisnya besar.

Itu mengapa, saya selalu bilang pada teman-teman satu profesi : para perencana keuangan, agen asuransi bahwa posisi anda semua sangat strategis dalam membantu para orangtua menjalankan amanat Hadits Rasullulah SAW sebagaimana yang diriwayatkan oleh Saad bin Abi Waqqash RA :

“Aku bertanya,”Wahai Rasulullah, aku memiliki harta dan tidak ada yang mewarisi aku kecuali anak perempuanku satu-satunya. Bolehkah aku bersedekah dengan dua pertiga dari hartaku? Beliau bersabda “,TIDAK BOLEH”. Bolehkah aku bersedekah dengan separohnya. Beliau bersabda “,TIDAK BOLEH”. Ia bertanya lagi”,Bolehkah aku bersedekah dengan sepertiganya?”.
Beliau Bersabda”,Ya sepertiga, Dan Sepertiga itu banyak. SESUNGGUHNYA JIKA KAMU MENINGGALKAN AHLI WARISMU DALAM KEADAAN KAYA ITU LEBIH BAIK DARIPADA KAMU MENINGGALKAN MEREKA DALAM KEADAAN MISKIN DAN MEMINTA-MINTA KEPADA ORANG LAIN”. ( Muttafaq’alaih).

Jadi, tinggalkan ahli waris kita dalam kedaan kaya, jangan tinggalkan mereka dalam miskin, kekurangan, dan meminta-minta pada orang lain.

Comments

Popular posts from this blog

MAU JUAL GINJAL? BACA SAMPAI SELESAI !

Sudah dua tahun tak bertemu, seorang teman mengirimkan "broadcast message" (BM) di perangkat Blackberry saya. BM-nya agak mengerikan : dia mencari donor ginjal untuk saudaranya yang membutuhkan. Soal harga -bila pendonor bermaksud "menjual" ginjalnya bisa dibicarakan dengannya. Membaca BM itu, saya teringat kisah pak Dahlan Iskan dalam bukunya GANTI HATI. Dengan jenaka beliau bercanda, bahwa kini dia memiliki 2 bintang seharga masing-masing 1 milyar, satu bintang yang biasa dia kendarai kemana-mana (logo mobil Mercedez) dan satu bintang jahitan di perutnya hasil operasi transplatasi hati. Ya, hati pak Dahlan "diganti" dengan hati seorang anak muda dari Cina, kabarnya harganya 1 miliar. Lalu, iseng-iseng saya browsing, dan ketemulah data ini, Data Harga organ tubuh manusia di pasar gelap (kondisi sudah meninggal dibawah 10 jam, sumber :http://namakuddn.wordpress.com/2012/04/27/inilah-daftar-harga-organ-tubuh-manusia-di-pasar-gelap/) 1. Sepasang bola mata: U...

DEWASA

Dia lahir tanggal 12 Agustus. Mengapa 12 Agustus? Karena tanggal 13 Agustus 1999 jatuh pada hari Jumat. Kami tak pengen, anak ini lahir pada "Friday the 13th". Rada tahayul, namun karena privilege lahir dengan proses cesar, kami pakai privilege itu. Mengapa melalui proses operasi cesar? Karena lehernya terlilit tali pusatnya sendiri. Dan, kami menamakan anak ini Alifa. Sebagai anak pertama, dia sudah melalui tiga tahap kehidupan kami : tahapan karir moncer, tahapan perihnya merintis usaha dan tahapan berdamai dengan kehidupan. Foto ini diambil tahun 2010, saat usianya 11 tahun. Masih SD. Jaman periode dua kehidupan, ketika kami  "menggendong" booth jualan burger dan pop soda keliling dari satu event ke event lain. Tugas Alifa : menuang minuman pop soda kepada pembeli.   Yang sulit adalah mendidik anak untuk tidak gampang gengsi. Karena "penyakit" gampang gengsi itu konon terbawa sampai tua, mau susah atau senang hidupnya. Beberapa kali, ketika kami jualan,...

PAILIT dan BANGKRUT

Saya tulis artikel ini, karena banyaknya pertanyaan dari nasabah saya terkait RENCANA dua orang mantan agen perusahaan asuransi tempat saya bekerjasama untuk mengajukan gugatan pailit melalui mekanisme PKPU sesuai UU Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Banyak nasabah bingung dan takut ini berpengaruh pada uang program asuransi (terutama yang terkait produk unit link, karena ada investasinya) yang dipercayakan pada perusahaan tersebut. Secara keuangan -sejauh ini - perusahaan tersebut tak ada masalah. Kinerja masih baik-baik saja, jauh dari kata bangkrut. Karena BANGKRUT dan PAILIT adalah dua hal yang berbeda. Begini kira-kira ceritanya : Pailit diatur dalam UU Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang ( PKPU). Menurut UU tersebut, sebuah perusahaan dinyatakan pailit ketika ada debitur (pihak yang perusahaan yang memiliki hutang), dinyatakan tidak membayar hutang yang jatuh tempo dari dua atau lebih kredi...